Operator Seluler AS Minta Platform Digital Bayar Biaya BTS
Operator Seluler AS Minta Platform Digital Bayar Biaya BTS. Operator seluler di Amerika Serikat, seperti AT&T, Verizon, dan T-Mobile, mendesak platform digital raksasa seperti Google, Facebook, dan TikTok untuk ikut berkontribusi dalam biaya pembangunan menara seluler (BTS).
CEO AT&T, John Stankey, menyerukan agar Kongres memberikan wewenang kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk mewajibkan perusahaan teknologi tersebut berkontribusi pada dana pemerintah yang membantu mensubsidi akses ke layanan telekomunikasi dan broadband.
Saat ini, biaya pembangunan dan pemeliharaan BTS ditanggung oleh pelanggan telepon seluler dan telepon rumah melalui Dana Layanan Universal (USO). Dana ini menghasilkan sekitar US$ 8 miliar per tahun, hampir seluruhnya berasal dari biaya tambahan pada tagihan telepon.
Stankey berargumen bahwa platform digital seperti Google, Facebook, dan TikTok mendapatkan keuntungan besar dari infrastruktur telekomunikasi yang dibangun dan dipelihara oleh operator seluler. Platform-platform ini menghasilkan miliaran dollar dari iklan dan layanan online, namun tidak berkontribusi langsung pada biaya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang mereka manfaatkan.
“Tujuh perusahaan terbesar dan paling menguntungkan di dunia membangun waralaba mereka di atas internet dan infrastruktur yang kami sediakan,” kata Stankey dalam sambutannya di sebuah forum industri telekomunikasi di Utah,seperti dikutip Reuters pada Selasa (25/6/2024).
Beberapa poin penting dari artikel:
- Operator seluler di AS meminta platform digital untuk berkontribusi dalam biaya pembangunan BTS.
- Mereka berargumen bahwa platform digital mendapatkan keuntungan dari infrastruktur yang mereka bangun dan pelihara.
- Dana Layanan Universal (USO) saat ini mendanai pembangunan BTS melalui biaya tambahan pada tagihan telepon.
- CEO AT&T, John Stankey, mendesak Kongres untuk memberikan wewenang kepada FCC untuk mewajibkan platform digital berkontribusi pada USO.